Berita

Gelar Tabligh Akbar Kemerdekaan, Wahdah Islamiyah Tegaskan Tekad  Bangun Negeri Melalui Pendidikan

Gelar Tabligh Akbar Kemerdekaan, Wahdah Islamiyah Tegaskan Tekad  Bangun Negeri Melalui Pendidikan

Luwuk.today-, Ormas Islam Wahdah Islamiyah meneguhkan tekad dan komitmen membangun negeri melalui pendidikan.

Hal itu disampaikan ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah (DPP WI) Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin pada Tabligh Akbar “Bakti dan Setia untuk Indonesia Tercinta” yang digelar pada HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang digelar secara virtual pada Selasa (17/08/2021).  

“Kita bertekad membangun negeri ini dengan pembangunan yang sebenarnya yang meliputi membangun jiwa dan raganya melalui pendidikan”, tegas Ustadz Zaitun.

Menurutnya hal ini merupakan  jalan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan, yakni  membangu negeri ini.  Sebab pengisian kemerdekaan dengan membangun  jiiwa dan badannya bagian dari perintah kepada orang beriman untuk memakmurkan bumi ini.

“Maka dari itu kita orang Islam yang merupakan komponen terbesar bagi negeri ini harus mengambil peran besar dalam membangun negeri ini”, terangnya.

Pembangunan jiwa  jelas UZR harus didahulukan, karena  merupakan kunci utama pembangunan suatu bangsa, walaupun pembangunan fisik dan badanya  tidak bisa diabaikan.

“Tapi ketika harus memilih mana yang didahulukan  ketika waktu dan kesempatan serta  potensi terbatas  maka pembangunan jiwa harus didahulkan”, tegasnya.

“Wahdah Islamiyah hadir untuk melakukan pembangun jiwa”, tegasnya lagi.

Sering perekembangan WI terang alumni Universitas Islam Madinah ini pembangun jiwa negeri ini terus dialkukan dengan berbagai program yang telah disusun dari muktamar ke muktamar, terutama sejak muktamar pertama, yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pembanguan negeri ini.

Ia juga mengungkapkan, Wahdah Islamiyah  melihat jalan terbaik adalah pembangunan jiwa melalui pendidikan yang dengannya pembangunan raga dapat ikut serta dilakukan sceara maksimal.

Oleh karena  itu lanjut Kyai Zaitun menjelang muktamar ke-4  Wahdah bertekad menguatkan konteks pendidikannnya.

“Walaupun  76 merdeka pendidikan kita belum banyak membawa perubahan, terutama jika dilihat dari indikatoir spritual. Tentu  banyak faktor tapi yang utama adalah pendidikan yang  belum berlangsung  sebagaimana mestinya”, ungkapnya.

Pendidikan kita jelas dia belum berhasil melahirkan generasi yang punya komitmen terhadap kebenaran  dan nilai-nilai yang diwariskan pemdiri negri ini.

Banyaak  nilai-nilai  yang diharapakn dari pendidikan, yang masih jauh dari harapan. 

“Tapi  kita tidak pesimis, kita harus optimis”, pungkasnya.

Karena bangsa ini menurutnya  punya nilai-nilai  dasar dan potensial yang dapat ditambahkan dan dikembangkan.

 “Karena itu kita perku kembali mengaktualkan nilai-nilai yang ada dalam kata pendidikan”, pungkasnya lagi. []

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button