Media Eksternal

Tunda Cetak Sawah, Kementan Optimalkan Lahan Rawa


KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memangkas anggaran untuk program cetak sawah sebagai salah satu komponen penghematan dalam postur anggaran 2020. Alokasi program cetak sawah dan SID (survei, investigasi dan desain) sebesar Rp209,8 miliar dengan target luas 10 ribu hektar akhirnya dipangkas dan tersisa Rp10,8 miliar.

Penghilangan dan pemangkasan anggaran tersebut sejatinya merupakan realokasi dan refocussing anggaran untuk penanganan pandemi covid-19. Di sisi lain, penghilangan anggaran cetak sawah dikarenakan pemanfaatan sawah yang telah dicetak belum optimal.

Haji Plus Tanpa Antri Langsung Berangkat 2025 dan GRATIS Umrah 6 Hari

“Cetak sawah tahun ini ditunda, lebih ke pemanfaatan terhadap sawah-sawah yang sudah dicetak periode 2014 sampai dengan 2019 karena pemanfaatannya belum optimal. Masih ada yang menyemak kembali, itu yang harus kita selesaikan di tahun ini,” ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy kepada Media Indonesia, Jumat (1/5).

Ia menambahkan, hal itu juga sejalan dengan saran dari Inspektorat Jenderal Kementan terkait evaluasi pemanfaafan sawah. Sebagai gantinya, akan ada 50 ribu hektar lahan rawa di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan serta Riau yang akan dioptimalisasi.

“Lahan rawa satu-satunya lahan yang bisa ditanami padi pada musim kering atau kemarau dengan provitas tinggi. Sehingga bisa menopang produktivitas padi atau beras nasional selain dari sawah-sawah irigasi,” jelas Sarwo.

Dengan cara tersebut, setidaknya, kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pangan utamanya beras di musim kemarau dapat teratasi. “Insya Allah tidak mengganggu produksi nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas menyampaikan adanya defisit beras di 7 provinsi; defisit jagung di 11 provinsi; defisit cabai besar di 23 provinsi; defisit cabai rawit di 19 provinsi; telur ayam defisit di 22 provinsi; gula pasir defisit di 30 provinsi dan bawang putih defisit di 31 provinsi. (E-3)

Sumber : https://mediaindonesia.com/read/detail/309473-tunda-cetak-sawah-kementan-optimalkan-lahan-rawa

Kategori : Media Eksternal

Ihsan Laidi

Muhammad Ichsan Laidi, S.Kom., adalah Direktur Utama PT. Media Siber Celebes, perusahaan yang menaungi portal berita Luwuk Today (www.luwuk.today). Pria kelahiran Luwuk tahun 1987 ini memiliki hobi menulis dan menekuni bidang internet marketing. Saat ini ia menetap di Kota Luwuk, adapun untuk menyalurkan hobi menulisnya ia menerbitkan portal berita Luwuk Today yang mulai dapat diakses secara online sejak November 2018. Portal Berita Luwuk Today awalnya adalah komunitas berbagi informasi untuk warga Kabupaten Banggai dengan nama Info Luwuk yang dibentuk pada Februari 2014. Info Luwuk pertama kali online dengan membuka akun twitter https://twitter.com/InfoLwk dan mengumpulkan tidak kurang dari 4.000 akun blackbery warga Kabupaten Banggai pada waktu itu. Kini Info Luwuk telah bertransformasi menjadi media lokal Luwuk Today.

Related Articles

Back to top button