Wahdah Islamiyah

Tingkatkan Komptensi Pengasuh, Pesantren Wahdah Islamiyah Cibonong Gelar Training Konseling

Luwuk.Today, Cibinong — Skill pengasuhan sangat penting dimiliki oleh para pembina dan pengelolah suatu pondok pesantren atau sekolah berasrama (boarding).

Untuk memberikan bekal buat pengasuh, Pesantren Tahfidz Wahdah Islamiyah Cibinong Bogor menggelar training konseling dasar, Ahad (21/02/2021). Pelaksanaan pelatihan yang pertama kali ini, diadakan dengan melibatkan semua para musyrif maupun pengelolah. Ponpes yang berlokasi di sebelah barat Stadion Pakansari Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

Hadir sebagai narasumber tunggal acara ini praktisi psikologi remaja Syarief Ahmad, M.Psi yang biasa disapa kak Syarif. Berlangsung selama 4 jam baik dalam bentuk teori, simulasi maupun praktek langsung.

Kak Syarif ini sering menghadapi dan menyelesaikan permasalahan seputar remaja, juga sebagai salahsatu konsultan Psikolog Bunda Ely Risman.

Menurut Pimpinan Pesantren Tahfidz WI Cibinong, Ustadz Dr. Syamsuddin, M.Pd.I, kegiatan digelar guna meningkatkan kompetensi para pengasuh.
“Acara ini kita adakan dalam rangka meningkatkan kompetensi para musyrif dan pengasuh dalam membina dan mengasuh santri di asrama”, ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan yang dilaksanakan di ruang kelas SMA Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Cibinong.

Menurutnya peran dan fungsi pengasuh dalam pembinaan santri di pesantren sangat strategis.
“Peran musyrif dan pengasuh santri bukan sekadar sebagai pengatur dan pengawas santri, tapi lebih dari itu ada fungsi pengasuhan dan pembinaan”, jelasnya.

“Untuk menunjang terlaksananya fungsi pengasuhan dan pembinaan tersebut dibutuhkan beragam skill dan kompetensi, salah satunya adalah konseling”, terangnya.

Sebab musyrif asrama santri kata dia harus mampu memainkan multi peran, mulai dari peran sebagai orangtua bagi santri, guru kehidupan, konselor, sampai coach.
“Karena di pondok ini santri tidak hanya belajar menghafal ilmu, tapi juga belajar mengamalkan ilmu, belajar menjalani hidup”, ungkap Ustadz Syam yang juga pengurus Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (KPK MUI) Pusat ini.

“Pesantren tanpa pengasuhan yang kuat layaknya hanya rumah singgah, oleh sebab itu suasana kepengasuhan harus hidup di asrama santri”, ungkapnya.
Sehingga kemampuan konseling bagi para pengasuh sangat dibutuhkan.
“Untuk itulah training konseling dasar ini digelar”, pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Matikan Ad Bloker untuk bisa membaca berita