BeritaInternasional

Tiga Tahun Siapkan Apartemen, Pengantin Baru di Gaza Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Serangan Udara Israel

Foto Muhammad Abu Amrah (tengah) pengantin baru yang kehilangan apartemen yang disiapkannya selama tiga tahun hancur jadi puing akibat serangan udara Israel, Rabu (13/11/2019).
Muhammad Abu Amrah (tengah) pengantin baru yang kehilangan apartemen yang disiapkannya selama tiga tahun hancur jadi puing akibat serangan udara Israel, Rabu (13/11/2019). Photo: Aljazera.net

Luwuk.today, Gaza– Serangan udara Pesawat Tempur  Israel mengubah mimpi  indah sepasang pengantin baru baru di Gaza menjadi mimpi buruk.  Bulan madu dan malam-malam indah bagi pasangan Muhammad bin Abu Amrah dan Marwah seketika berubah menjadi malam duka cita.

Pasangan pengantin baru ini harus melewati malam-malamnya tanpa tempat tinggal setelah rumah mereka di kora Qarra sebelah tenggara Jalur Gaza hancur akibat serangan udara pesawat tempur Israel.

Pemuda dan pemudi berusia 23 tahun ini baru menikmati kebersamaan selama tiga pekan. Mimpi indah sebagai pengantin baru seolah sirna bagai diterpa angin kencang.




Muhammad mengecam serangan brutal yang menghancurkan apartemennya yang terah disiapkannya dengan susah payah selama tiga tahun.

“Apartemen saya, yang saya siapkan dengan susah payah selama tiga tahun untuk membangun mahligai rumah tangga yang bahagia berubah menjadi puing dalam sekejap”, ujarnya kepada Aljazera.net.

Sementara sang istri Marwa merasa shok dan terkejut, ia sulit mempercayai apa yang terjadi padanya.

Muhammad menjelaskan bahwa istrinya menderita trauma psikologis yang parah, ia terus bertanya-tanya.

“Bagaimana kesedihan seorang pengantin wanita yang memimpikan kehidupan pernikahan yang bahagia dan tentram, tapi tiba-tiba menemukan dirinya di tempat terbuka, tanpa memiliki apa-apa selain pakaian  dibadan yang  dikenakan ketika keluar saat pengeboman?” ujarnya menirukan kegundahan sang istri.

Senada dengan Muhammad, ayahnya Hamudah Abu Amra mengatakan, ia menerima telepon dari tentara Israel  pada Rabu  sore lalu (hari kedua serangan di Gaza), penelepon hanya memberinya waktu tujuh menit untuk mengevakuasi penghuni rumah berlantai empat yang terdiri dari 20 orang, termasuk wanita dan anak-anak, serta  memberitahu tetangganya untuk turut melakukan evakuasi.

Tujuh menit terasa berat dan begitu mencekam bagi keluarga Abu Amra dan para tetangga. Mereka berkumpul di radius ratusan meter dari bangunan rumah, sebelum kemudian roket jatuh di rumah mereka yang mengubahnya menjadi tumpukan puing-puing dan batu-batu berserakan.

Kesedihan juga menimpa Ummu Shabir ibunda dari Muhammad. Ia sangat sedih menykasikan putranya yang belum menikmati kebahagiaan secara sempurna layaknya pengantin baru. Rudal prnjajah Israel telah mengubur mimpinya tentang kehidupan pernikahan dan rumah tangga yang bahagia.[]

Sumber: Aljazeera.net

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close