BeritaNasional

PTDII Klarifikasi Pemberitaan Transparannews yang Sebut Salah Satu Pengurus Positif Corona

Foto PTDII Klarifikasi Pemberitaan Transparannews yang Sebut Salah Satu Pengurus Positif Corona
Kamps PTDII Klarifikasi Pemberitaan Transparannews yang Sebut Salah Satu Pengurus Positif Corona. Foto: Net

Luwuk.today, Jakarta – Rektorat  Perguruan Tinggi Dakwah Islam Indonesia (PTDII) melakukan klarifikasi atas  berita www.transparannews.com yang memberitakan, ‘salah salah satu pengurus positif Corona dan  wilayah kampus PTDII Tanjung Priok disemprot disinfektan’.

“Kami menyayangkan pemberitaan tersebut karena antara isi dan judul tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik”, ujar rektor PTDII, Syifa Awalia melalui rilis pers, Rabu (08/04/2020).

Pada isi berita transparannews menyampaikan satu pengurus positif corona.

“Yang  dimaksud pengurus ini siapa?”, tanya Syifa.

Karena di PTDII kata Syifa ada berbagai elemen pengurus yang memiliki garapan berbeda.

“Ini jelas ambigu dan tidak berdasar”, tandasnya.

Sementara lanjut Syifa, isi berita adalah kegiatan Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Utara bekerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0502 Jakarta Utara dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakut.

“Keterangan terkait berita yang ditujukan hanya ada satu kalimat di alinea ketujuh, itupun diletakan di bawah setelah penulis mewartakan kegiatan”, protesnya.

Ibu rektor juga mengaku, pihaknya  tidak menerima kon konfirmasi ataupun wawancara dari www.transparannews.com terkait berita yang ditulis.

“Penulis tidak memperhatikan konsep cover both side apalagi all both side, sehingga kami menyebut berita ini sebagai fitnah dan tendensius menyerang institusi serta personal yang dimaksud”, tegasnya.

Oleh karena itu ia mengingatkan agar jurnalis yang memberitakan lebih berhati-hati dalam menyebut orang positif Corona.

“Sebab, keterangan positif baru dapat dipastikan melalui rapid test dan swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR)”, jelasnya.

Syifa mengakui bersyukur meskipun DKI Jakarta dan Jakarta Utara khususnya tergolong tinggi persebaran Covid-19, namun tidak ada bagian dari keluarga besar PTDII yang sehari-hari beraktifitas di lingkungan PTDII terpapar oleh Covid-19.

Menurutnya yang lebih berhak menentukan seseorang positif Covid-19 adalah tenaga medis dari rumah sakit rujukan yang direkomendasikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. []

Sebelumnya berjudul: Klarifikasi rektorat PTDII atas berita www.transparannews.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button