Nasional

Lidmi Kutuk Serangan Brutal Israel di Gaza: Pelanggaran HAM Berat

Foto PP LIDMI mengutuk Serangan Brutal Israel di Gaza. Foto : makassar.terkini.id
PP LIDMI mengutuk Serangan Brutal Israel di Gaza. Foto : makassar.terkini.id

Luwuk Today, Makassar – Serangan Brutal Israel di Gaza. Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) mengutuk keras serangan brutal yang ditujukan ke jalur Gaza oleh zionis Israel, Rabu (13/11/2019). Memasuki hari kedua serangan Israel ke Palestina, korban terus berjatuhan. Sebagaimana laporan Abdullah Onim yang saat ini berada di Jalur Gaza, militer Israel kembali menggempur Jalur Gaza, Palestina, sejak Selasa (12/11/2019).

Aktivis kemanusiaan asal Indonesia itu menyatakan, informasi yang dihimpun dari Kementerian Kesehatan Palestina, dilaporkan korban yang meninggal sudah mencapai 17 orang, 60 lainnya mengalami luka-luka, 25 orang di antaranya adalah anak-anak. Dari keterangan tersebut, Hamri selaku ketua umum PP Lidmi mengajak semua aktivis kampus untuk menengadahkan tangan mendoakan saudara Palestina.

LIDMI desak PBB bertindak atas pelanggaran kemanusiaan

Sungguh serangan yang ditujukan kepada kaum muslimin di Gaza merupakan bukti bahwa saudara kita sangat membutuhkan bantuan. Serangan yang datang sudah bertahun-tahun hingga saat ini. Sakit pilu yang dirasakan saudara kita di Gaza merupakan bagian dari kepedihan kita sebagai kaum muslimin. Mari banyak mendoakan mereka, Bantu mereka dengan sebaik-baik bantuan,” kata Hamri dalam keterangan yang disampaikannya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (PW Lidmi) Semenanjung Malaysia Muhammad Ammar Naufal juga mengutuk keras aksi tersebut. Ia  juga mendesak agar PBB segera melakukan mediasi dan segera menindak berbagai macam pelanggaran HAM berat atas kejadian itu.

“Selaku mahasiswa muslim yang sementara belajar di Malaysia, kami mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan zionis kepada penduduk Palestina, khususnya di Gaza yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari rakyat sipil yang seharusnya dilindungi. Kita mendesak PBB dan negara-negara muslim untuk segera melakukan mediasi agar terjadi genjatan senjata dan sanksi internasional bagi negara yang melakukan pelanggaran HAM berat terhadap rakyat negara lain,” kata Ammar, lewat saluran selular yang dikirimkannya, Rabu malam (13/11/2019).

“Kita berharap perang bisa berhenti, karena kondisi di Gaza sangat memprihatinkanmari kita gunakan waktu-waktu mustajabah kita untuk mendoakan mereka,” ajak Ammar ke seluruh masyarakat Indonesia.

Rilis PP LIDMI, Editor Ihsan Laidi

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close