Berita

Pakar Psikologi: Kurangi Stres, Guru Jangan Kasih Tugas Berat

Foto Kurangi Stres, Guru Jangan Kasih Tugas Berat
Kurangi Stres, Guru Jangan Kasih Tugas Berat. Foto: Net

Luwuk.today – Kurangi stres. Semakin hari jumlah korban terinfeksi dan meninggal dunia semakian hari semakin terus bertambah, situasi ini tentunya sungguh menakutkan dan menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat

Sejak berkembangnya pendemi covid-19, masyarakat diminta di rumah. Semua diminta berdiam diri di rumah, siswa belajar di rumah dan orang tua bekerja di rumah, dan stres itu bermula ketika rumah yang didiami tidak sehat, baik dari segi kebersihan, ventilasi, kelayakan dan tata ruang sehingga berada di rumah bagi sebagian orang adalah sumber tekanan baru

Pemberitaan di sosial media yang berseliweran, tidak valid, hoax dan pembatasan gerak membuat situasi mencekam dan menimbulkan kecemasan dan panik semua lapisan, sehingga banyak yang bertindak diluar alam sadar seperti memborong barang makanan dan mengurung diri takut tertular, bolak-balik mencuci tangan secara berlebihan dan memutuskan hubungan sosial




Demikian juga orang tua dan siswa yang belajar di rumah karena banyaknya tugas dan tidak terbiasa dengan pembelajaran melalui daring “online” banyak siswa dan orang tua yang stres, karena mereka memiliki pengetahuan yang terbatas, fasilitas yang terbatas ( tidak semua punya HP/ Laptop) dan waktu yang terbatas ( bila anaknya banyak bagaimana mengerjakan secara bersama) dan itu semua dilakukan secara bersama dengan tugas rumah tangga (memasak, mencuci, membersihkan rumah) atau mengerjakan tugas kantor (WFH), demikian pendapat Muhammad Iqbal, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana

Menurut Iqbal, saat ini juga banyak guru yang stres menjalankan tugasnya mengoreksi dan memberi kelas online dimana mereka kebanyakan baru belajar dan tidak terbiasa dan ini menjadi sumber stres baru

Demikian juga dengan penurunan pendapatan ekonomi keluarga yang membuat semua orang mengalami stres, cemas dengan tekanan hidup, mereka memikirkan bagaimana kehidupan mereka ke depan

Iqbal yang juga CEO Rumah Konseling ini mengatakan bahwa stres dan cemas itu sangat berbahaya, karena berdampak langsung dan tidak langsung kepada kesehatan fisik dan kesehatan mental, bahkan di beberapa Negara pada fase ini korban semakin banyak karena kondisi psikis yang menurun sehingga daya tahan tubuh lemah dan mudah tertular penyakit termasuk covid-19.

Iqbal Mengatakan Cemas dan stres menyebabkan daya tahan tubuh menurun, gangguan konsentrasi dan emosi, gangguan fisik dan psikosomatis dan bisa menyebabkan depresi

Solusi terbaik adalah dengan mengurangi tekanan dan kecemasan salah satu caranya dengan meningkatkan hormon endorfin atau dikenal dengan “hormon kebahagiaan” dengan cara banyak melalukan aktifitas yang positif, berolah raga, berkarya, berdoa dan bersyukur, tersenyum, hiburan, hobi dan minat, optimis dan banyak menerima informasi positif

kepada Kemendikbud Iqbal meminta agar membuat kebijakan guru, dosen agar tidak terlalu memberi beban tugas yang berat kepada siswa karena bisa menyebabkan stres kepada siswa dan orang tuanya, bagi siswa yang tidak punya fasilitas yang baik juga harus diberi kesempatan untuk belajar yang sama .

Kepada pemerintah diharapkan memberikan kepastian, baik dari data, kepastian subsidi ekonomi bagi keluarga yang berdampak langsung serta memberikan informasi yang jelas sehingga dapat menurunkan tekanan dan kecemasan.

Menurur Iqbal, Orang tua juga harus bisa memberikan ketenangan di rumah, karena kecemasan pada orang tua akan berdampak kepada anak yang juga akan cemas

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close