BeritaInternasional

MUI Sarankan OKI Seret Israel ke Pengadilan Internasional

Foto Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
Pemukiman Ilegal Israel di Tepi Barat

Luwuk.today, Jakarta – Kedzaliman Israel terhadap rakyat Palestina terus berlangsung. Pekan lalu pasukan udara zionis Israel kembali menggempur jalur Gaza Palestina melalui serangan udara. Namun sampai saat ini belum ada satupun pihak yang membawa Israel ke pengadilan Internasional.

Oleh karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menyeret Israel ke pengadilan internasional atau International Court of Justice (ICJ).

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI KH Muhyiddin Junaidi mengatakan, selama ini belum ada pihak yang membawa Israel ke Pengadilan Internasional. Belum lama ini, Gambia atas nama OKI membawa Myanmar ke Pengadilan Internasional atas perbuatannya terhadap etnis Rohingya.




Baca juga: Hari Toleransi Internasional, MUI Minta Masyarakat Dunia Barat Peduli Palestina-Gaza

“Seharusnya (ada) satu negara atas nama OKI yang membawa Israel ke Pengadilan Internasional, tapi belum ada,” kata KH Muhyiddin, sebagaimana dilansir dari kepada Republika.

KH Muhyiddin menyampaikan harapan agar OKI mau mengambil inisiatif dan berani mengajukan Israel ke Pengadilan Internasional. Namun sayang, sebagian negara OKI tidak berani menekan Israel atau mem bawa Israel ke Pengadilan Internasional.

Akan tetapi, menurut dia, sekarang merupakan momentum terbaik. Kalau OKI sudah berhasil membawa Myanmar ke Pengadilan Internasional, OKI sebaiknya juga membawa Israel ke Pengadilan Internasional. Sebab, Israel sudah melanggar hak asasi manusia (HAM), mengusir, membunuh, dan mempersekusi orang Palestina.

Bahkan, Israel membangun ribuan rumah untuk orang Yahudi di kawasan Tepi Barat di atas lahan milik bangsa Palestina. Di sisi lain, bangsa Palestina diusir. Jelas ini perbuatan melanggar HAM yang berat.

Dia menilai proses perdamaian antara Palestina dan Israel terhambat oleh AS yang selalu mendukung Israel. “Kita menyadari bahwa sikap Israel yang begitu biadab itu tidak lepas dari sikap AS yang selalu mendukung Israel, AS juga selalu menerapkan standar ganda dalam kebijakan Israel di Timur Tengah,” kata dia.

Baca juga: Wahdah Islamiyah Imbau Negara Muslim Lakukan Langkah Konkrit Hentikan Kekejaman Zionis di Gaza

Israel dianggap sebagai golden boy AS di kawasan. Apapun yang dilakukan Israel, meski melanggar resolusi PBB dan konvensi internasional, itu biasa saja di mata AS. Sikap AS yang seperti ini menjadi problem utama di kawasan tersebut.

“Jadi, tidak ada gunanya AS berceramah tentang pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama dia masih belum menghentikan kebijakannya yang mendukung Israel,” ujarnya.

KH Muhyiddin menyampaikan, wilayah Tepi Barat, Palestina, sepenuhnya dikuasai Israel. Palestina hanya sebuah nama karena kebijakan politik dan keamanan di Tepi Barat sepenuhnya di tangan Israel. Orang yang diundang Pemerintah Palestina untuk berkunjung ke negaranya tidak mungkin bisa masuk ke wilayah Tepi Barat jika tidak diberi izin oleh Israel. Oleh karena itu, bangsa Arab Palestina yang tinggal di Tepi Barat lebih menderita secara psikologis. []

Sumber: Republika

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close