Teknologi

Mengenal Palapa Ring, Wujud “Tol Langit” Yang Dapat Mendorong Kemajuan Bangsa

Ilustrasi. Foto : Nexus

Luwuk Today, Teknologi – Masih hangat diingatan kita dengan istilah ‘Tol Langit” yang pernah disampaikan oleh wakil presiden Ma’ruf Amin dalam debat capres-cawapres pada bulan Maret 2019 lalu. Dalam debat itu disebutkan bahwa tol langit akan menjadi salah satu faktor pendukung yang bisa mendorong kemajuan bangsa. Selain itu, tol langit juga bisa menjadi sarana untuk mempersatukan bangsa. Pertanyaanya, apa itu tol langit?

Tol Langit merupakan perumpamaan dari palapa ring yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 14 Oktober 2019 lalu. Dengan palapa ring ini maka bisa membuat masyarakat Indonesia lebih mudah melakukan komunikasi satu sama lain, baik bagi mereka yang ada di perkotaan maupun yang tinggal di daerah pelosok.

Palapa ring ini adalah nama proyek pembangunan jaringan serat optik yang membentang dari sabang merauke dengan sebaran infrastruktur yang dibagi dalam tiga bagian berdasarkan letak geografis wilayah Indonesia. Pertama, Paket Barat, yang telah selesai dikerjakan pada Maret 2018, menjangkau wilayah Riau, Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan jaringan laut sepanjang 1.730 kilometer dan darat 545 kilometer.




Kedua, Paket Tengah yang mencakup wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara, dengang panjang 1.706 kilometer jaringan laut dan 1.289 jaringan darat. Sedangkan yang ketiga adalah Paket Timur untuk wilayah NTT, Maluku, Papua Barat dan pedalaman Papua, dengan panjang bentangan kabel serat optik sepanjang 4.426 kilometer di laut dan 2.542 kilometer di darat.

Dengan hadirnya palapa ring ini seluruh pelosok tanah air nantinya bisa menikmati koneksi internet cepat sampai 20 Mbps. Dengan demikian maka kesenjangan konektivitas digital khususnya di daerah 3T (Teringgal, terdepan dan terluar) yang selama ini masih menjadi persoalan akan bisa teratasi.

Dalam proses pembangunannya, proyek palapa ring sudah dimulai sejak lama. Cikal bakalnya sudah ada sejak tahun 1998 dengan nama proyek “Nusantara 21”. Kemudian berhenti, dan dilanjutkan pada tahun 2005 dengan nama Palapa O2 Ring. Pada tahun 2016, pemerintah kemudian mengubah nama proyek serat optik ini menjadi Palapa Ring dan menjadi proyek strategis nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan proyek strategis nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close