Berita

KECELAKAAN HUKUM : KETUA DPD RI SAYANGKAN ORMAS TIDAK DILIBATKAN TENTUKAN ARAH BANGSA

Jakarta -luwuk.today, Ketua DPD RI La Nyala Mahmud Mattalitti memberikan sambutan pada acara penutupan Muktamar IV Wahdah Islamiyah, Rabu (22/12).

Dalam sambutannya, La Nyala menyoroti adanya kecelakaan politik berupa “presidential treshold”. Akar semua ini menurutnya, berawal dari amandemen konstitusi yang telah berlangsung berkali-kali.

“Amandemen saat itu juga telah mengubah total sistem tata negara Indonesia. MPR tidak lagi menjadi Lembaga Tertinggi negara. Utusan Daerah dan Utusan Golongan dihapus. Digantikan Dewan Perwakilan Daerah. Presiden juga dipilih langsung oleh rakyat,” terangnya.

Dari situ menurutnya, kemudian mandat rakyat hanya diberikan kepada dua ruang politik saja. Yaitu kepada Parlemen dan kepada Presiden. Masing-masing bertanggung jawab langsung kepada rakyat melalui mekanisme pemilu.

La Nyala kemudian mempertanyakan peran DPD RI sebagai wujud penyambung aspirasi utusan daerah.

“Yang menjadi pertanyaan adalah; Dewan Perwakilan Daerah yang merupakan perubahan dan penyempurnaan wujud dari utusan daerah dan utusan golongan, mengapa justru kehilangan hak dasar sebagai pemegang Kedaulatan Rakyat yang didapat melalui Pemilu? Yang sama-sama “berkeringat” melalui Pemilu bersama Partai Politik,” tegasnya.

Ia menyebut ini sebagai “kecelakaan politik” yang harus dibenahi agar aspirasi yang tidak tertampung melalui partai, misalnya ormas, bisa tersalur melalui DPD.

“Inilah yang saya sebut dengan kecelakaan hukum yang harus dibenahi. Jadi penguatan peran dan posisi DPD RI bukanlah sebuah hal yang mengada-ada. Tetapi adalah upaya untuk mengembalikan atau memulihkan hak. Sebab, DPD RI adalah wakil dari daerah. Wakil dari golongangolongan. Wakil dari entitas-entitas civil society yang non-partisan. Termasuk wakil dari Organisasi Massa seperti Wahdah Islamiyah. Tetapi faktanya, mereka semua tidak bisa terlibat dalam menentukan wajah dan arah perjalanan bangsa ini,” pungkasnya. [ibw]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button