Berita Utama

Ini Alasan Gubernur Gorontalo Minta Doa Dari Masyarakat

Foto Gubernur Gorontalo terpilih Rusli Habibie (kanan) menerima surat keputusan penetapan dari Ketua KPU Provinsi Gorontalo Muhammad N Tuli (kiri) saat rapat pleno terbuka penetapan di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (7/4). Berdasarkan keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan calon nomor urut satu, Rusli Habibie dan Idris Rahim resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo terpilih periode 2017-2022.
Gubernur Gorontalo terpilih Rusli Habibie (kanan) menerima surat keputusan penetapan dari Ketua KPU Provinsi Gorontalo Muhammad N Tuli (kiri) saat rapat pleno terbuka penetapan di Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (7/4). Berdasarkan keputusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan calon nomor urut satu, Rusli Habibie dan Idris Rahim resmi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo terpilih periode 2017-2022. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/kye/17

Luwuk.today, Gorontalo – Gubernur Provinsi Gorontalo meminta doa dari Masyarakat untuk memberikan dukungan penuh, agar pembangunan terus meningkat secara pesat.

Demikian disampaikan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat dialog bersama masyarakat di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Minggu, (13/10/19).

“Saya meminta dan memohon dukungan bantuan dan doa dari kita semua. selagi ada aturan yang dilahirkan oleh Pak Presiden melalui perpres,” ucap dia.




Tak hanya pembangunan jalanan, pelabuhan laut, dan Bandara, kata Rusli, pihak Pemprov pun bakal membangun Rumah Sakit (RS) Ainun Habibie.

Alasannya lanjut dia, lantaran banyak masyarakat Gorontalo yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan, sementara rumah sakit terbatas kapasitasnya.

Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga pasien jika dirujuk ke luar daerah, sementara anggaran pemerintah tak mencukupi untuk menanggung seluruh pasien.

“Kesiapan kita sudah kurang lebih 99 persen untuk menjadi rumah sakit rujukan tipe B. Peralatannya cukup canggih,” imbuhnya.

Saat ini kata Gubenur,ada tiga penyakit yang nantinya menjadi rujukan di RS Ainun. “yaitu ginjal, jantung dan mata,” tutur dia.

Sejak tahun 2013, RS Ainun telah melakukan operasi katarak gratis yang kini telah mencapai 2.100 pasien yang telah dioperasi.

Operasi dilakukan tanpa membebani sepeserpun biaya kepada pasien,” tukas dia.[ant]

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close