Nasional

Buruh Akan Gelar Aksi, Said Minta Aparat Tak Lakukan Kekerasan

Foto Buruh Akan Gelar Aksi, Said Minta Aparat Tak Lakukan Kekerasan
Buruh Akan Gelar Aksi, Said Minta Aparat Tak Lakukan Kekerasan. Foto: Net

Luwuk.today, Jakarta – Buruh akan gelar aksi terkait Rancangan Undang- Undang (RUU) Omnibus Law yang akan dibahas antara pemerintah dan DPR RI dinilai sangat merugikan para pekerja Indonesia hal itu terlihat banyaknya penolakan dari kaum buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan bahwa buruh hingga saat ini tetap menolak RUU Omnibus Law, sehingga ia meminta jika pada buruh menggelar aksi pihak aparat untuk tidak melakukan tindakan keras.

“Jangan juga nanti kami dihadap-hadapkan kan, karena kami tidak setuju dengan¬†Omnibus Law¬†ini berhadapan dengan aparat,” katanya, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu.

Sampai saat ini, kata dia, berbagai elemen buruh yang tidak setuju dengan RUU Cipta Kerja juga masih melakukan aksi sehingga jangan sampai mereka mendapatkan tindak kekerasan.

Said sudah menyampaikannya kepada Menko Polhukam, dan Mahfud menyebutkan bahwa TNI dan Polri memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan ditekankan untuk menjalankan sesuai SOP yang berlaku.

“Beliau menyampaikan tentu Polri dan TNI ada SOP-nya. Nah, kalau ada SOP-nya nanti akan ditekankan hindari untuk lakukan kekerasan. Lakukan pengamanan sesuai SOP yang sudah berlaku,” tegasnya.

Mengenai rencana aksi yang akan dilakukan untuk menolak RUU Cipta Kerja, Said menyampaikan rencananya akan ada aksi gabungan semua serikat buruh saat rapat paripurna setelah masa reses DPR RI.

“Kalau dalam dekat ini, kami akan aksi besar-besaran bersama, gabungan semua serikat buruh. Itu rapat paripurna DPR yang pertama, mungkin tanggal 23 Maret 2020 setelah reses,” katanya.

Masa reses anggota DPR RI dijadwalkan berlangsung mulai 27 Februari-22 Maret 2020 sehingga DPR juga menunda pembahasan RUU Cipta Kerja hingga selesai masa reses.[latoki]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button