LuwukMustar Labolo

286 Kasus HIV AIDS di Kabupaten Banggai, 57 Orang Meninggal

Luwuk Today, Luwuk – Angka kematian yang disebabkan oleh HIV AIDS di Kabupaten Banggai sangat tinggi. Terdapat 286 kasus yang terindikasi HIV AIDS dan 57 orang dinyatakan meninggal dunia.

Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanggulangan AIDS Di Ballroom Hotel Santika Kel. Tombang Permai Kecamatan Luwuk Selatan, Senin (23/9/2019).

Foto Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengendalian HIV AIDS Kabupaten Banggai, Senin (23/9/2019).
Wakil Bupati Banggai H. Mustar Labolo membuka secara resmi Rapat Koordinasi Pengendalian HIV AIDS Kabupaten Banggai, Senin (23/9/2019). Foto : Humas Pemkab Banggai

Dalam sambutannya Wakil Bupati Banggai menyampaiakan bahwa keberhasilan suatu bangsa diawali oleh keberhasilan dalam membina generasi mudanya, dan kehancuran suatu bangsa diawali oleh kehancuran generasi mudanya, apabila seseorang terbiasa hidup dengan mengkonsumsi Narkoba, maka kemungkinan dia terpapar virus HIV AIDS, karena Narkoba dan HIV AIDS ibarat keping mata uang, di mana antara keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi.




Di Kabupaten Banggai hingga bulan September 2019 menunjukkan bahwa angka kumulatif HIV ada 170 kasus, AIDS 116 Kasus dan yang meninggal dunia 57 orang, oleh sebab itu diperlukan daya dorong atau Critical Driving Force yang memadai, diantaranya dengan melakukan TOP (Temukan, Obati, dan Pertahankan) melalui upaya yang lebih intensif yang di laksanakan oleh KPA Kabupaten Banggai. “Sehingga kita perlu komitmen bersama bagi seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk pengendalian HIV AIDS dari hulu sampai hilir, dengan mengacu pada Standard Pelayanan Minimal Kesehatan untuk pengendalian HIV AIDS”, ungkap Mustar Labolo.

Wakil Bupati Banggai mengharapkan kiranya dalam rakor ini dapat memberikan suatu hasil yang bermanfaat bagi kita semua, dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit HIV AIDS secara komprehensif, yang pada gilirannya dapat menyelamatkan generasi muda kita khususnya para pelajar, mahasiswa dan para pemuda dalam rangka menyelamatkan anak bangsa dari belenggu penularan penyakit HIV AIDS. (Ihsan Laidi/Luwuk Today)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close